A. Pengertian Teks Eksplanasi
1) Pola kronologis (proses).
Teks eksplanasi yang disusun berdasarkan urutan waktu yang menjelaskan proses terjadinya fenomena atau bagaimana urutan kejadian suatu peristiwa.
2) Pola kausalitas (sebab akibat) Teks yang disusun berdasarkan hubungan sebab akibat yang menjelaskan mengapa atau bagaimana sebuah fenomena terjadi. Selain fenomena alam, masalah sosial, budaya, politik, ekonomi juga dapat disajikan dalam bentuk teks eksplanasi.
D. Gagasan umum teks eksplanasi
Setiap
paragraf teks eksplanasi mengandung gagasan pokok atau ide pokok. Letak gagasan
pokok dapat di awal paragraf (paragraf deduktif) atau di akhir paragraf
(paragraf induktif). Gagasan pokok demi gagasan pokok apabila disatukan akan
menjadi ringkasan atau rangkuman teks eksplanasi. Penyusunan ringkasan tentu
harus menggunakan kalimat-kalimat sendiri. Dalam paparannya, teks eksplanasi
merupakan jawaban dari dua pertanyaan mendasar, yaitu mengapa dan bagaimana.
Teks
eksplanasi yang merupakan jawaban dari pertanyaan mengapa adalah teks yang
diuraikan secara kausalitas. Sementara teks eksplanasi yang merupakan jawaban
dari pertanyaan bagaimana merupakan teks yang diuraikan secara kronologis.
Kedua pola pengembangan ini dapat divariasikan penyusunannya, bisa saling
melengkapi dan dapat diselingi dengan pola definisi, ilustrasi, serta
umum-khusus.
E. Struktur
dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi
Teks
eksplanasi memiliki struktur teks yang diawali dengan identifikasi fenomena,
rangkaian kejadian, dan ulasan. Identifikasi fenomena merupakan peristiwa yang
akan diuraikan. Rincian dari setiap peristiwa atau kejadian dikategorikan
sebagai rangkaian kejadian. Di bagian akhir teks merupakan ulasan yang berupa komentar
atau penilaian tentang konsekuensi atas peristiwa yang dipaparkan sebelumnya.
Teks
eksplanasi memiliki kaidah kebahasaan sebagai berikut:
1) Menggunakan konjungsi kausalitas seperti sebab, karena, oleh sebab itu, sehingga, dan oleh
karena itu.
2) Menggunakan konjungsi kronologis seperti kemudian, lalu, setelah itu, dan pada akhirnya.
3) Menggunakan
kata benda yang merujuk pada jenis fenomena. Kata benda yang dimaksud merupakan kata ganti pada benda yang
dibicarakan. Misalnya Kota Lumajang, perkembangan budaya, dan lainnya.
4) Menggunakan kata teknis atau istilah yang berhubungan dengan topik yang dibahas.
F. Menulis teks eksplanasi
Langkah-langkah menulis teks
eksplanasi adalah sebagai berikut:
1) Menentukan topik atau
peristiwa yang menarik, aktual, dan dikuasai untuk dipaparkan.
2) Menyusun kerangka teks dengan
perincian yang lebih spesifik yang disusun secara kronologis atau kausalitas.
3) Mengumpulkan data, fakta, dan
pendapat para ahli sebagai bahan atau sumber menulis teks.
4) Mengembangkan kerangka secara
utuh dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi.
5) Menyunting teks untuk
memastikan bahwa teks tidak terdapat kesalahan.
Contoh teks eksplanasi:
Akhir tahun 2021, bencana alam
terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Di awal Desember, letusan Gunung
Semeru mengagetkan seluruh warga Indonesia. Peningkatan aktivitas vulkanik yang
ditandai guguran awan panas mengarah ke Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Siaran
pers BNPB, kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api
(PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh,
Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat
mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter. BNPB Kabupaten
Lumajang mengeluarkan imbauan supaya warga tidak melakukan aktivitas di sekitar
aliran Sunagi Mujur. Dari Pos pengamatan Gunung Api, getaran banjir lahar atau
awan panas tercatat mulai 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.
Teks tersebut merupakan contoh
bagian awal teks eksplanasi yang dikembangkan secara kronologis. Fakta-fakta
yang ditampilkan disertai keterangan waktu. Kata teknis yang berhubungan dengan
topik yang dibicarakan terlihat pada penggunaan kata aktivitas vulkanik, Pos
Pengamatan Gunung Api, guguran awan panas, amplitudo. Uraian tersebut dapat
dikombinasikan dengan pola kausalitas. Kronologi meletusnya Gunung Semeru
menimbulkan dampak yang luar biasa pada lingkungan dan warga sekitar Gunung
Semeru. Apabila diselidiki lebih jauh, maka meletusnya Gunung Semeru yang
tiba-tiba, kemungkinan juga dapat diketahui penyebabnya. Hubungan sebab akibat
atas peristiwa meletusnya Gunung Semeru dalam kombinasi pola kronologis dan
kausalitas dalam teks eksplanasi akan memperjelas informasi yang disampaikan
dalam teks. Pola pengembangan yang dominan akan menjadi penentu jenis
pengembangan teks tersebut.
Sumber:https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/23/080000569/pola-pengembangan-teks-eksplanasi--kronologis-dan-kausalitas?page=all.
Komentar
Posting Komentar